Yang Cantik dan Unik Di Stand Pameran Desa Ngroto

0
1920
stand dusun jaten

kismantoro.or.id. ~ Kerajinan tangan berupa anyaman lidi kelapa dan tas dari plastik bekas mewarnai gelaran Pameran Potensi Desa Ngroto. Kerajinan tangan yang berupa anyaman lidi kelapa antara lain adalah piring, mangkuk, keranjang buah dan sebagainya. Sedangkan kerajinan tangan yang lainnya adalah anyaman tas dari plastik bekas.

Kedua kerajinan tangan tersebut menarik perhatian tim kismantoro.or.id dikarenakan memang untuk jaman seperti sekarang ini kerajinan-kerajinan tersebut termasuk barang yang unik dan mewah. Kami juga tidak menyangka, kerajinan seunik tersebut bakal nongol di stand pameran Desa Ngroto, tepatnya pada Stand Pameran Dusun Jaten.

Kami menyempatkan diri mampir ke stand tersebut, naah….dari pada penasaran jadi dech kita interview yang sedang jaga stand. Awalnya kami cukup melihat-lihat saja, sejurus kemudian tangan kami tidak kuat menahan untuk tidak menyentuh barang-barang itu, tapi sebelum tangan-tangan nakal kami mendarat pada barang-barang unik tersebut tiba-tiba ada sapan lembut dari dalam stand, “monggo mas, dipun pirsani (dilihat), pinarak riin (mampir dulu)..” begitu kira-kira nada sapaan lembut dari stand tersebut dengan bahasa jawanya yang halus.

Lalu keluarlah si empunya sapaan lembut tadi, muncul dihadapan kami seorang perempuan yang mengenakan kaos dan celana training dan tidak ketinggalan topi serta sepatu yang menambah percaya diri penampilannya. Ternyata selain stand pameran, memang pagi tadi ada acara gerak jalan sehat yang diadakan oleh panitia setempat.

Kami pun tak menyia-nyiakan munculnya penampakan tersebut, segera kami jawab sapaan lembut perempuan tadi, “iya mbak, mau lihat-lihat boleh ya?” jawab kami, tentunya dengan bahasa jawa juga.

“Iya mas, silahkan, ini ada kerajinan tangan yang bener-bener asli buatan kami,” jawabnya lagi. Akhirnya kami terlibat pembicaraan yang cukup untuk kami angkat menjadi sebuah berita disini.

Dari penjaga stand tersebut kami mendapatkan keterangan bahwa semua barang-barang unik kerajinan tangan yang dibuat oleh warga Dusun Jaten, Desa Ngroto. Kerajinan tangan yang terbuat dari lidi kelapa merupakan hasil karya seseorang yang bernama Fatonah, berbeda sekali dengan yang kami bayangkan bahwa anyaman lidi kelapa tersebut dibuat oleh laki-laki ternyata anyaman tersebut dirangkai oleh tangan manisnya Fatonah, seorang perempuan warga Dusun Jaten.

Fatonah sendiri telah menekuni anyaman lidi kelapa sejak dua tahun silam, para tetangga maupun warga tetangga dusun sudah banyak yang menggunakannya, namun sayangnya anyaman tersebut dibuat oleh Fatonah jika ada pesanan sehingga jarang ada stok barang yang ada dirumah Fatonah. Di stand pameran, harga anyaman lidi kelapa ini dibanderol dengan harga mulai dari Rp. 8.000,- ada yang Rp. 10.000,- ada lagi yang Rp. 12.000,- bahkan ada yang Rp. 40.000,- dan seterusnya, tergantung ukuran dan model anyamannya.

Satu lagi kerajinan tangan yang ikut menghiasi stand Dusun Jaten, yaitu anyaman tas yang terbuat dari plastik. Ayaman tas plastik tersebut dibanderol dengan harga mulai Rp. 115.000,- ke atas.

Anyaman tas yang terbuat dari plastik tersebut sengaja dirancang untuk dipakai perempuan ketika ke undangan (jagong) ke gedung-gedung, bisa juga untuk shoping ke mall atau toko modern maupun untuk dipakai sebagai tas kerja ke kantor, dijamin tak akan kalah cantik dibanding dengan tas-tas kulit lainnya.

Untuk barang yang unik ini merupakan hasil karya tangan cantiknya mbak Yuli, masih warga Dusun Jaten juga. Menurut keterangan yang kami dapat, Yuli biasanya merantau di Jakarta, mungkin pas disana dia mendapatkan ilmu bagaimana caranya membuat kerajinan yang berbahan dari plastik ini dan katanya lagi, saat ini Yuli sedang berada dirumah sudah agak lama dan belum kembali ke Jakarta sehingga sengaja membuat tas-tas cantik ini untuk ikut meramaikan pameran di Desa Ngroto.

Dari rumahnya pun, Yuli sering melayani pesanan tas-tas unik kepada pelanggannya, karena katanya pelanggannya ada yang jauh sehingga kadang harus ditipkan lewat jasa penitipan barang. Kemudian kami bertanya lagi kepada mbak yang tadi.

“Oya mbak, boleh kami ketemu sama mbak Fatonah dan mbak Yuli?” kemudian dijawab “boleh saja mas.” “Orangnya yang mana ya mbak?” tanya kami lagi, lalu dengan sedikit tertawa dijawab “Walaah…maaf mas, orangnya masih ikut gerak jalan tapi nanti kesini lagi kok, ditunggu saja,” jawabnya lagi.

Dengan masih sedikit penasaran, kami pun menjawab “Oke mbak, ga apa-apa, salam saja buat mbak Fatonah dan mbak Yuli, terima kasih sudah memberi keterangan, oya ini dengan mbak siapa ya?” tanya kami kepada penjaga stand tadi. “Saya Narti mas, tetangga RT_nya mbak Yuli,” jawab perempuan tadi.

Akhirnya kami berpamitan dan tidak menunggu kedatangan pemilik kerajinan tangan tadi. Untuk dialog yang kami lakukan semuanya menggunakan bahasa jawa, jika di artikel ini memakai bahasa Indonesia, itu hanya rekayasa penulis agar mudah dipahami oleh pembaca dan hingga berita ini kami susun, kami belum bisa konfirmasi dan memohon ijin kepada mbak Fatonah dan mbak Yuli, semoga saja beliau berdua berkenan atas pemberitaan kami ini tetapi tidak ada salahnya jika kami, melalui artikel ini minta maaf kepada mbak Fatonah dan mbak Yuli atas pemberitaan ini, semoga apa yang mbak berdua karyakan ini selalu mendapatkan ridho dari Alloh SWT, semakin ramai dan semakin laris, amiin… **GW

Dapatkan Informasi terbaru kami melalui E-mail anda (Gratis)

Print Friendly, PDF & Email

Komentar dengan Facebook anda, untuk Kismantoro kita..