Tak Ingin Budaya Ludruk Punah di Negeri Sendiri

0
942

kismantoro.or.id. ~ Lemahbang_Kismantoro_Dalam Rangka Mengisi Kemerdekaan HUT ke-71 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Desa Lemahbang dan Panitia HUT RI kembali menggelar pentas Budaya Ludruk. Disaat kesenian ludruk kini mulai punah kelestarianya yang terkikis oleh modernisasi tapi Desa Lemahbang berupaya untuk mengembalikan potensi budaya tersebut ke tengah-tengah masyarakat desa.

Panitia HUT RI Desa Lemahbang dalam sambutanya pada malam Sabtu tanggal 19 Agustus 2016, menyampaikan bahwa acara ini adalah hasil dari rakor bersama dengan anggota panitia dan tokoh masyarakat dan mendapat restu dari Kepala Desa. Panitia juga mengundang anggota DPRD Kabupaten Wonogiri asal Kecamatan Kismantoro, Dangi Darmanto, S.H. dan turut hadir pula jajaran Muspika Kecamatan Kismantoro, anggota Polisi Sektor Kismantoro dan anggota Koramil Kismantoro.

Di tempat terpisah tim kismantoro.or.id. menemui Kepala Desa Lemahbang, Sugito Najib, dia menegaskan acara pentas Seni Ludruk ini di gelar karena merasa iba dan sangat prihatin terhadap kesenian asli daerah mulai punah karena modernisasi zaman. Kepala Desa Lemahbang berharap budaya-budaya local seperti REOG, Wayang Kulit, Ketoprak, Ludruk dan sebagainya, masih bisa bersaing di dunia seni, jangan sampai budaya kita direbut asing,” pungkasnya.

Cuplikan Tari Remong KLIK DISINI

Berdasarkan pantauan tim kismantoro.or.id. masyarakat sangat antusias menyaksikan Ludruk ”Bangun Budaya” dengan jalan cerita (lakon) “Ronda Kampung. Sekitar 1.500an masyrakat memadati halaman Balai Desa Lemahbang bahkan jalan-jalan disekitar Balai Desa terlihat sangat ramai dan padat, antusiasme masyarakat untuk menyaksikan jalanya pentas Seni Ludruk ini sangat luar biasa.

Di sela-sela jalannya pentas Seni Ludruk ini tim kismantoro.or.id. juga mewawancarai salah satu masyarakat yang menyaksikan jalanya pentas Seni Ludruk ini yaitu Yuliana Sari dari Desa Jeruk, Kecamatan Bandar, Kabupaten Pacitan yang memang sengaja datang untuk melihat secara langsung. Katanya dia merasa senang karena masih bisa menyaksikan budaya ludruk yang sudah jarang dijumpai di sekitar kita dan ludruk sangat menghibur karena gak pernah terjadi perkelahian seperti kesenian elektun atau lainnya,” pungkasnya.

Laporan : Siswandi ~ jurnalis kismantoro.or.id.

Dapatkan Informasi terbaru kami melalui E-mail anda (Gratis)

Print Friendly, PDF & Email

Komentar dengan Facebook anda, untuk Kismantoro kita..