Sosok Wanita Renta di Balik Gunung Besek

0
5933
Mbah mijem (tengah) dengan background rumahnya

kismantoro.or.id ~ Gunung Besek (Gubes), begitu sebutan untuk tebing ekstrim yang satu ini, kemanapun mata memandang yang nampak adalah keindahan alam yang sangat luar biasa, pujian dan rasa syukur kepada Tuhan-lah yang pantas diucapkan ketika kita berada dipuncaknya. Udara yang sejuk dan angin sepoi semakin membuat kita betah untuk berlama-lama duduk dipuncak Gubes.

Gubes sendiri sebenarnya terdiri dari bebatuan alam yang keras tetapi ketika berada dipuncak kita dapat menikmati pemandangan alam sekitar, sangat indah memang. Apalagi yang suka berfoto ria ataupun selfie, pasti akan mendapatkan gambar yang spektakuler. Namun bagi yang takut ketinggian (acropobhia) akan mendapatkan masalah jika nekat naik ke Gubes, karena ketika berada di puncak akan nampak wujud aslinya yaitu berupa tebing ekstrim yang dalam dan curam.

Sedikit berbagi pengalaman jika anda mempunyai agenda untuk berlibur ke Gubes, jika anda menyukai tantangan dengan mencoba mendaki ketinggian Gubes melalui hutan, anda harus memutuskan untuk naik ke Gubes melalui lerengnya atau kaki gunung, yaitu melalui jalan Desa Plosorejo yang naik ke arah Desa Bugelan dengan menggunakan motor trail sekalian untuk menyalurkan hobi offroad anda.

Tetapi jika anda berencana untuk melakukan perjalanan santai sambil menikmati jalan pegunungan, anda bisa memutuskan untuk melalui jalan umum dari Desa Gedawung ke arah Desa Ngroto dan Desa Bugelan yang dapat ditempuh dalam waktu 30 hingga 45 menit. Sesampainya di Desa Bugelan, tepatnya di depan Kantor Desa Bugelan, kita akan diarahkan menuju area Gubes dengan rambu-rambu jalan yang dibuat seadanya oleh masyarakat setempat.

Sekitar delapan menit dari Kantor Desa Bugelan, anda akan tiba di lokasi Gubes di area parkir yang tidak terlalu luas dan dengan berjalan kaki sekitar 100 m anda akan langsung menikmati hamparan pemandangan yang sangat luas dan indah karena sudah pasti anda tiba di puncaknya Gubes.

Gubes UNamun tahukah anda, dibalik keindahan Gubes yang eksotis, dibalik hingar-bingar riuhnya ratusan pengunjung yang datang ke Gubes, ternyata dibalik Gubes ada sesosok wanita renta yang terlantar. Sosok wanita renta itu adalah Mbah Mijem yang berusia sekitar 77 tahun, wanita renta itu hidup sendiri tanpa suami, anak maupun kerabatnya serta tidak memiliki identitas diri baik KTP maupun KK bahkan KIS pun tidak dimilikinya.

Beberapa tahun ini mbah Mijem tinggal sendirian disebuah bilik kecil yang sangat tidak layak disebut sebagai rumah atau tempat tinggal, karena yang ditempatinya untuk berteduh dari panas dan hujan serta dinginnya puncak Gubes hanya emperan kandang kambing milik tetangga yang berukuran 1,5 x 2 m dengan dinding bambu reot seadanya.

Setiap pengunjung yang datang ke Gubes pasti akan memarkirkan motornya di depan pintu bilik kecil “kandang”nya mbah Mijem. Didalam bilik kecil itu berisi tempat tidur sempit, tempat pakaian, peralatan memasak dan untuk makan serta dapur darurat yang bercampur jadi satu, disanalah mbah Mijem menghabiskan sisa-sisa umurnya.

Ketika tim liputan kismantoro.or.id mengunjunginya, mbah Mijem tampak sehat dan bugar, pakaian dan kulitnya pun tampak bersih dengan pendengaran yang masih sangat bagus, kami berbicara sebentar untuk sedikit membangun keakraban dengan mbah Mijem tetapi ketika salah satu dari kami masuk ke dalam bilik mbah Mijem untuk meletakkan oleh-oleh yang kami bawa, bau kotoran dan air kencing kambing sangat menyengat dan menusuk hidung, ya alloh ya robbi….hanya kata-kata itu yang bisa kami ucapkan.

Itulah sosok wanita renta yang berada dibalik ngetren dan mendunianya Gunung Besek, wanita renta yang hidup terlantar sendirian di kandang kambing milik tetangganya.

Mbah Mijem adalah salah satu masyarakat miskin lanjut usia terlantar yang saat ini menjadi perhatian serius dari Relawan Peduli Kismantoro, maka kami mengetuk hati para dermawan untuk berkenan mendonasikan bantuannya melalui rekening Bank Jateng Nomor : 3-143-02317-5 atas nama “Relawan Peduli Kismantoro” , uluran tangan anda sangat berarti bagi mereka.

Oleh : GUNAWAN WIBISONO, A.Md. (Pengolah Perencanaan dan Pelaporan Kec. Kismantoro)

Dapatkan Informasi terbaru kami melalui E-mail anda (Gratis)

Print Friendly, PDF & Email

Komentar dengan Facebook anda, untuk Kismantoro kita..