Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dan Nasionalisme Dandim 0728 Kabupaten Wonogiri

0
661
©kismantoro.or.id/foto edi p

kismantoro.or.id~PURWANTORO-Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dan Nasionalisme Dandim 0728 Wonogiri oleh Letkol (Inf) Basuki Sepriadi, dilaksanakan pada hari Rabu 23 November 2016, dihadiri oleh undangan se-Distrik Purwantoro meliputi Kecamatan Purwantoro, Slogohimo, Bulukerto, Puhpelem dan Kismantoro bertempat di Ruang Pertemuan Merista Raya Hotel Purwantoro.

Materi sosialisasi adalah pentingnya menjaga keutuhan NKRI, serta Pancasila sebagai dasar negara, merupakan sumber dari segala sumber hukum. Untuk menjaga Bangsa Indonesia agar tetap berdiri kokoh, perlu dipertahankan dan menjaga melalui empat pilar, yaitu Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Dalam arahannya, Dandim 0728 Wonogiri, Letkol (Inf) Basuki Sepriadi, menegaskan, pemahaman Wasbang dan jiwa nasionalisme untuk menjaga keutuhan NKRI dari upaya memecah belah, adu domba, provokasi yang menjurus retaknya persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia serta pemahaman tentang pentingnya bela negara dan tentang ancaman proxy war (perang Proxy).

©kismantoro.or.id/foto edi p
©kismantoro.or.id/foto edi p

Menurut Dandim, perang proxy dapat memberikan dampak yang besar bagi persatuan dan kesatuan masyarakat dari Sabang sampai Merauke serta  dapat menghilangkan rasa nasionalisme, menghilangkan patriotisme, sehingga menjadikan sikap dan perilaku yang tidak lagi mencerminkan budaya bangsa, sikap egoisme serta kebebasan tanpa batas, tidak mempunyai jiwa toleransi terhadap perbedaan.

©kismantoro.or.id/foto edi p
©kismantoro.or.id/foto edi p

Oleh karena itu perang proxy sangat berbahaya terhadap kerukunan serta jiwa persatuan dan kesatuan, apabila pemahaman wawasan kebangsaan tidak kuat, maka akan mudah dipecah-belah dengan berbagai cara dan dengan mudah dikendalikan oleh pihak ketiga. Dengan kekayaan alam yang dimiliki bangsa Indonesia tentunya jiwa rasa nasionalisme menjaga keutuhan NKRI harus tetap dijaga, serta pentingya sikap  jujur, ikhlas dilandasi oleh beberapa aspek dasar, yaitu ajaran agama, kemudian norma adat dan  hukum positif yang berlaku di negara kita.

Bangsa Indonesia, adalah bangsa yang besar dengan keanekaragaman suku, budaya serta agama. Namun, dengan adanya perbedaan tersebut, kita tetap satu dalam Bhineka Tunggal Ika dan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Edi Purnomo-kismantoro.or.id

Dapatkan Informasi terbaru kami melalui E-mail anda (Gratis)

Print Friendly, PDF & Email

Komentar dengan Facebook anda, untuk Kismantoro kita..