Puskesmas Kismantoro Gelar Sosialisasi PIN dan Bank Sampah

0
539
Peserta yang mengikuti kegiatan di Balai Desa Gedawung/foto:reymond s ©kismantoro.or.id

kismantoro.or.id~GEDAWUNG–UPT Puskesmas Kecamatan Kismantoro mengadakan pertemuan Advokasi dan sosialisasi PIN MR yang mengambil tempat di balai desa Gedawung serta sosialisasi pemaparan bank sampah pada hari Senin (12/06/2017), kemarin. Hadir dalam acara tersebut diantaranya, Sekretaris Camat Kismantoro, Kepala Desa se Kecamatan Kismantoro, BPTN, dinas pendidikan, kader pkk serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya Sekcam Kismantoro, Sularto, S.I.P., M.Hum., memaparkan pentingnya pengelolaan sampah sehingga adanya bank sampah untuk kelestarian lingkungan yang dikelola dengan sistem bank sampah untuk didaur ulang supaya bernilai ekonomis.

“Dengan adanya pertemuan Pekan Imunisasi Nasional di desa Gedawung ini, sebagai proyek percontohan untuk kemanfaatan selanjutnya,” katanya.

Sedangkan Mohammad Sabariman dari tim lingkungan hidup se kabupaten Wonogiri menjelaskan jika bank sampah berdiri sejak 2015 dan mencari kesadaran masyarakat menjadi pekerjaan rumah (PR) Kabupaten Wonogiri yang tidaklah mudah.

“Diperkirakan sampah rumah tangga 0,5 kg/hari tiap satu rumah, masyarakat harus benar-benar sadar dengan lingkungannya masing-masing,” katanya.

Di Wonogiri sampah semakin bertambah maka perlu adanya bank sampah. Kebiasaan masyarakat membuang sampah dimana-mana menjadikan tanah tidak subur karena sampah tidak terurai sehingga mengakibatkan longsor. Sampah sendiri memiliki harga atau nominal nilainya maka dibentuk bank sampah, seperti di Magelang se Kabupaten sudah berjalan.

Dari Dinas Lingkungan Hidup, Broto Susilo mengatakan, tata pengolahan sampah ada b3 (bahan/limbah, berbahaya, beracun). Bidang lingkungan hidup adalah penyelamat bumi,
ada sampah organik dan non organik, sampah kering dan sampah basah, sesuai Undang-undang Lingkungan Hidup No 13 Tahun 2012.

Sementara dari puskesmas menerangkan pentingnya hidup bersih, tidak membuang sampah sembarangan. Dengan adanya PIN untuk mengurangi resiko sakit dan angka kematian yang bisa dicegah melalui imunisasi.

Untuk penyakit campak (gabaken=jawa), imunisasi akan dilakukan di posyandu untuk anak dibawah 6 tahun dan untuk umur 7-15tahun dimasing-masing sekolahan. Bagi penderita campak tidak boleh sekolah karena menular.

Terkena campak biasanya pada usia muda dan anak dibawah 1 tahun, kurang nutrisi/gizi buruk, lingkungan kotor, keturunan HIV, kekurangan vitamin. Campak dapat mengakibatkan komplikasi paru-paru, kebutaan, diare, kematian.

Untuk selanjutnya, nanti diadakan mikroplanning, Puskesmas akan mengunjungi ke sekolahan SMP/MTS. (rey)

Dapatkan Informasi terbaru kami melalui E-mail anda (Gratis)

Print Friendly, PDF & Email

Komentar dengan Facebook anda, untuk Kismantoro kita..