Potensi Batu Akik Kecamatan Kismantoro

2
3456

kismantoro.or.id ~ Batu akik/batu mulia tentu tidak asing lagi bagi kita, batu akik sekarang ini sangat populer di kalangan masyarakat sampai ke pelosok negeri, dari yang tua sampai yang muda, mulai anak – anak dan dewasa, laki – laki maupun perempuan, semua mengenal batu akik. Ada yang dikenakan sebagai cincin ataupun liontin/kalung. Dari harga yang paling murah sampai dengan harga yang masuk nalar. Itulah batu akik, yang saat ini sangat tenar, dimana – mana demam batu akik.Di Kecamatan Kismantoro, geliat batu akik memang sangat luar biasa, potensi yang satu ini banyak mencuri perhatian dari masyarakat setempat maupun masyarakat dari luar Kismantoro.

Di Kecamatan Kismantoro ada dua pengrajin batu akik yang sangat terkenal, setiap hari mereka dibanjiri oleh para pelanggan, tiap hari ratusan orang berjubel dan mengantre di tempat pengrajin akik, mulai dari yang langsung membeli batu akik yang sudah jadi dan siap pakai, ada yang menggunakan jasa pembentukan batu akik, ada juga yang mencari bahan – bahan batu yang berkualitas bagus, pun ada yang sekedar penasaran dan melihat – lihat saja.

Pada hari Senin, 16 Pebruari 2015 yang lalu, sekitar pukul 14.00 wib, Camat Kismantoro, Djoko Purwidyatmo, S.Sos., M.M., ditengah – tengah kesibukannya mencoba menyempatkan diri untuk blusukan ke tempat pengrajin batu akik, didampingi oleh Kasi Trantib dan beberapa staf Kecamatan Kismantoro karena kebetulan jarak dari Kantor Kecamatan Kismantoro ke tempat pengrajin batu akik tersebut tidak terlalu jauh.

Camat Kismantoro, Djoko Purwidyatmo, S.Sos., M.M., memulai blusukannya ke tempat pengrajin “Tasmin Akik” yang beralamat di RT. 03 RW. 03, Lingkungan Gadungan, Kelurahan Kismantoro, Kecamatan Kismantoro. Beliau melihat – lihat deretan batu akik yang sudah jadi, mulai dari jenis chalcedony atau red baron atau king kladen tapi masyarakat lebih suka menyebutnya red baron, ada jenis fire opal atau barjad api, jenis kecubung atau amethyst atau lavender, dan lain sebagainya, beserta deretan ring emban mulai dari jenis titanium, monel, alloy, alpaca dan xuping. Bapak Tasmin, sang pemilik “Tasmin Akik”, mempersilahkan rombongan Camat Kismantoro untuk melihat – lihat koleksinya dan disambut oleh seorang wanita cantik yang bertindak sebagai resepsionis merangkap sebagai SPG. Wanita tersebut dengan lincah menjelaskan jenis–jenis batu akik yang dikoleksi “Tasmin Akik” termasuk harga yang dibandrolnya.

Camat Kismantoro, Djoko Purwidyatmo, S.Sos., M.M., langsung tertarik pada jenis red baron yang nampak bersinar dari dalam etalase, beliau mencoba satu persatu, memilih yang pas di jari manisnya. Setelah menemukan yang pas, terjadilah dialog dan negosiasi harga, dan akhirnya deal, harga disepakati tapi maaf untuk harga tidak bisa dishare disini. Perburuan berikutnya tertuju pada batu akik jenis barjad api atau fire opal, kembali terjadi dialog dan negosiasi harga dan kembali deal dengan harga yang disepakati tapi sekali lagi, soal harga tidak bisa dishare disini, maaf..

Setelah dirasa cukup, Camat Kismantoro, Djoko Purwidyatmo, S.Sos., M.M., akan melanjutkan blusukan ke tempat pengrajin yang kedua, yaitu Mas Ijas yang beralamat di RT. 02 RW. 03, Lingkungan Gadungan, Kelurahan Kismantoro, Kecamatan Kismantoro. Tapi sebelum meluncur ke tempat yang kedua, Camat Kismantoro, Djoko Purwidyatmo, S.Sos., M.M., sambil berpamitan meminta berfoto dengan bapak Tasmin selaku pemilik “Tasmin Akik” dan menyaksikan dari dekat bagaimana proses pembuatan bahan batu menjadi batu akik diruang kerja para pengrajin yang menjadi mitra kerja Pak Tasmin.

Target blusukan lokasi kedua adalah ke tempat Mas Ijas, yang terletak kurang lebih 200 m dari Kantor Camat Kismantoro, tepat ditepi jalan raya jalur Purwantoro – Pakisbaru, tempat ini juga selalu ramai, tiap harinya ratusan orang yang berjubel untuk mendapatkan batu akik yang diidam – idamkan. Tapi sayang, kedatangan Camat Kismantoro, Djoko Purwidyatmo, S.Sos., M.M., hanya bertemu dengan asistennya, karena Mas Ijas atau Jasmani sudah terlanjur pulas di atas kursi karena kecapekan melayani pelanggannya sehingga tidak banyak informasi yang diperoleh dari sana. Tapi setidaknya, tetap ada informasi yang diperoleh meskipun tidak lengkap dan tidak langsung dari Mas Ijas, melalui asistennya yang bernama Arief.

Setidaknya, dengan adanya demam batu akik ini, pengrajin batu akik Pak Tasmin maupun Mas Ijas, ataupun pengrajin batu akik lainnya di Kecamatan Kismantoro, sudah membantu pemerintah dalam mengurangi pengangguran karena dari beberapa karyawan ataupun mitra kerja mereka, sebelumnya juga termasuk para pencari kerja. Dan yang pasti ada kepuasan tersendiri bagi Pak Tasmin dan Mas Ijas, bahwa hasil jerih payah mereka, usaha yang dirintis dari nol sejak beberapa tahun silam, sekarang sudah menuai hasil, selain omzet perhari yang diterimanya, batu – batu akik hasil olahannya sekarang sudah tersebar ke pelosok – pelosok negeri, batu akik mereka sudah bertengger di jari manis para pelanggan, baik dari masyarakat kecil sampai dengan para pejabat dari penjuru tanah air.

Salah satu potensi yang ada di Kecamatan Kismantoro, batu akik, semoga akan tetap bertahan dan menjadi salah satu potensi unggulan dari Kecamatan Kismantoro, amin..

Oleh : GUNAWAN WIBISONO (Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan Kec. Kismantoro)

Dapatkan Informasi terbaru kami melalui E-mail anda (Gratis)

Print Friendly, PDF & Email

Komentar dengan Facebook anda, untuk Kismantoro kita..