Nguri-nguri Kesenian Seni Budaya Kethoprak

0
1135

kismantoro.or.id. ~ Dalam rangka melestarikan budaya Kesenian Jawa Khususnya Seni Kethoprak yang merupakan sebuah kesenian tradisional yang sangat melekat di hati para pencinta seni, tentunya diperlukan kerja keras dalam upaya melestarikan kesenian satu ini agar tidak terpinggirkan atau kalah bersaing dengan kesenian-kesenian lainnya.

Hal tersebut menggugah semangat para seniman yang tergabung dalam Paguyuban kesenian Kethoprak SASONO BUDOYO Dusun Soka Desa Plosorejo dalam kaitannya melestarikan dan bertujuan menghidupkan kembali Paguyuban Kesenian khususnya Seni Kethoprak yang sudah mati suri di Dusun Soka Desa Plosorejo.

Saat ini kondisinya praktis tidak bisa bangkit dikarenakan Sumber Daya Manusia dan pola pelatihan yang selama hampir kurang lebih 10 tahun tidak berjalan karena tidak adanya pelatih seni, serta kondisi gamelan yang sudah rusak dan  tentunya minat dari jiwa penerus yang kurang disiapkan tentunya menjadi kendala tersendiri bagi Paguyuban Seni Kethoprak Sasono Budoyo dalam melestarikan kesenian ini yang dulu pernah tenar dengan nama kesenian Paguyuban Seni Kethoprak Timbul Sasono.

Bekerja sama dengan Seni Karawitan Kridho Sasomo dari Desa Miri, serta seniman yang ada di Desa Plosorejo dan difasilitasi dari Dinas Pariwisata melakukan latihan bersama yang nanti akan pentas di Desa Plosorejo, dengan mengusung tema cerita Sejarah Lokal yang ada di Desa Plosorejo khususnya Dusun Soka.

Ditemui tim kismantoro.or.id, Jumadi (Ketua Paguyuban) disela-sela latihan  persiapan pentas yang menurut keterangannya akan dilaksanakan di bulan Oktober tahun 2016 menjelaskan bahwa “dalam upaya nguringuri kethoprak perlunya kerja sama, kekompakan, kedisiplinan dan rasa tanggung jawab didalam diri Anggota Paguyuban serta pola pembelajaran kepada generasi muda yang akan menerima tongkat estafet didalam melestarikan dan menghidupkan kesenian kethoprak ini, dan kami mengharapkan ada pihak yang peduli untuk membantu maupun memberikan bantuan dalam upaya memiliki seperangkat Gamelan,” jelasnya.

Sedangkan menurut keterangan Adi Suranto (Sutradara), menjelaskan kepada tim kismantoro.or.id, yang dipercaya untuk membuat alur cerita serta mengambil tema sejarah dalam pentas yang akan dilaksanakan di Dusun Soka dengan sebuah lakon atau judul cerita Mendhung Peteng Orooro Ombo Ki Ageng Mentho Wijoyo Punden Selo Pusoko.

Cerita ini kami kemas sesuai dengan nara sumber para sesepuh yang ada di Dusun Soka Desa Plosorejo serta nara sumber lain, bagaimana ceritanya bagi para pecinta kesenian khususnya Seni Kethoprak silahkan nanti menonton Insya Alloh kalau tidak ada perubahan akan di gelar dilapangan Desa Plosorejo pada hari Kamis malam Jumat Kliwon tanggal 6 Oktober 2016, sementara saat ini masih proses latihan juga kendala cuaca hujan yang sering terjadi,” tegasnya.

Laporan : Edi Purnomo ~ jurnalis kismantoro.or.id.

Dapatkan Informasi terbaru kami melalui E-mail anda (Gratis)

Print Friendly, PDF & Email

Komentar dengan Facebook anda, untuk Kismantoro kita..