Misteri Assen, Ini Pengakuan Rossi

0
875

kismantoro.or.id. ~ Pembalap MotoGP Movistar Yamaha, Valentino Rossi (37), sang juara dunia MotoGP sebanyak sembilan kali tersebut terkenal sebagai raja di lintasan basah. Namun apa yang terjadi di sirkuit Assen, Belanda pada Minggu (26/6) sungguh diluar nalar bagi Rossi, The Doctor (julukan rossi) harus terjatuh ketika track basah karena guyuran hujan yang deras.

Padahal dari awal balapan, Rossi terus memimpin di posisi terdepan namun pada lap 14, balapan harus terhenti karena guyuran hujan yang lebat dan para pembalap harus mengganti ban untuk segera menyelesaikan 12 lap yang tersisa. Namun naas bagi Rossi, dia terlalu memacu “kuda besinya” pada kecepatan tinggi, padahal dia sudah paham betul jika semua lintasan sedang basah.

“Aku sudah berusaha untuk menjaga balapan pada posisi terdepan. Aku juga sudah pakai ban yang lembut dan sangat membantuku, tapi aku membuat kesalahan fatal dan harus kehilangan point penting ini,” terang Rossi. Rossi mengakui bahwa insiden di Assen adalah murni kesalahannya, kesalahan yang sangat fatal ketika ditrack basah dia harus memacu kendaraanya pada kecepatan tinggi.

“Ini sangat memalukan, aku sudah berada di posisi terdepan. Seharusnya aku menjaganya dengan baik. Saat balapan menyisakan 10 lap, aku terus memacu kendaraan dan lupa mengingat kondisi jalan yang licin,” jelas pembalap bernomor 46 itu.

Balapan pertama berlangsung di track kering, namun terhenti di lap 14 setelah hujan deras mengguyur Sirkuit Assen dan para pembalap kembali melakukan start untuk menyelesaikan 12 lap yang tersisa.

Namun, usai restart berlangsung, tiga pembalap di grid terdepan yakni Dovizioso, Peturcci dan Rossi terjatuh. Valentino Rossi yang memimpin balapan usai restart harus gagal finish di MotoGP Assen setelah kecelakaan.

Tidak berhenti sampai disitu, kejutan justru muncul dari Jack Miller yang berhasil keluar sebagai juara MotoGP Assen 2016 melalui balapan yang penuh dengan “misteri” tersebut. Pembalap tim Marc VDS Racing ini mejadi pembalap non-pabrikan pertama yang menjuarai MotoGP sejak terakhir kalinya pada tahun 2006 di Portugal. Jack Miller adalah salah satu pembalap yang mendapat sorotan dari Rossi. Terutama ketika pembalap Estrella Galicia 0,0 Marc VDS menorehkan sejarah dengan memenangkan gelar perdananya tersebut.

Dalam kondisi lintasan basah akibat diguyur hujan lebat, Miller justru tampil memukau dengan merebut podium pertama pada balapan tersebut. Sontak, kesuksesan itu memunculkan berbagai pendapat yang menyebut jika mantan joki di kelas Moto2 itu bisa menjadi penerus Rossi di kelas utama MotoGP.

Ketika disinggung mengenai hal itu, Rossi menjawab Miller masih membutuhkan banyak pengalaman terutama ketika menjalani balapan dalam kondisi lintasan basah. “Sulit untuk menilai mengapa beberapa pembalap begitu cepat dan agresif saat kondisi hujan. Karena dibutuhkan keterampilan tertentu dan itu sudah diasah sejak masih muda,” tutur Rossi.

Ditambahkannya lagi “Hal ini tergantung pada pengalaman yang telah dilakukan selama menjalani balapan basah. Karena pembalap harus memperhatikan penggunaan ban dan setting motor yang baik. Ketika hujan mulai turun maka pembalap akan merasakan tantangan lain,” kata Rossi.

Mengenai kemenangan fenomenal Jack Miller di Sirkuit Assen, Belanda, Valentino Rossi berkata jika ia tampil dengan sangat baik. Bahkan selama balapan ia terlihat sangat lembut dalam mengendarai motor. Itulah salah satu kecerdikan pembalap memahami setiap situasi sulit di arena pacuan kuda besi MotoGP.

“Miller adalah salah satu pembalap yang cerdik dan paham bagaimana menaklukan track dengan baik. Aku juga sempat dibuat aneh, saat kondisi lintasan kering ia sangat agresif, tetapi saat di lintasan basah ia benar-benar menyajikan balapan yang sangat baik. Jika ia bisa belajar dari kemenangan ini, maka pengalaman itu akan sangat berharga buat masa depannya di kelas utama MotoGP,” tutup Rossi dikutip laman resmi MotoGP. (GW #jurnalis)

Dapatkan Informasi terbaru kami melalui E-mail anda (Gratis)

Print Friendly, PDF & Email

Komentar dengan Facebook anda, untuk Kismantoro kita..