Mimpi Masyarakat Kismantoro

0
1989

kismantoro.or.id ~ Tujuh kecamatan di Wonogiri termasuk kategori rawan pangan. Satu di antaranya malah masuk dalam kategori sangat rawan pangan, yaitu Kecamatan Kismantoro. Enam lainnya yang masuk rawan pangan adalah Kecamatan Giritontro, Karang Tengah, Wuryantoro, Manyaran, Purwantoro dan Kecamatan Jatisrono.

Ada empat indikator yang membuat tujuh kecamatan itu masuk dalam kategori daerah rawan pangan.
Salah satunya adalah jumlah penduduk miskin yang ada di wilayah tersebut. Jika jumlah penduduk miskin lebih dari 35 persen, maka daerah itu masuk dalam kategori wilayah rawan pangan.

Terbatasnya ketersediaan pangan, juga menjadi indikator rawan pangan, karena tidak dapat mencukupi kebutuhan seluruh penduduk. Faktor lain yang menyebabkan rawan pangan adalah terbatasnya akses transportasi dan komunikasi, termasuk jangkauan akses listrik.
Bagaimana masyarakat memanfaatkan dan memberdayakan potensi pangan di daerah masing-masing juga menjadi salah satu indikator untuk penentuan kecamatan rawan pangan.

Dalam rangka mengentaskan Kecamatan Kismantoro dari kemiskinan maupun daerah yang sangat rawan pangan ada satu mimpi yang menjadi angan – angan masyarakat di Kismantoro yaitu USULAN PEMBUATAN WADUK “MUNCAR” DESA NGROTO

(Salah satu solusi untuk memakmurkan Kecamatan Kismantoro bedasarkan pemanfaatan potensi alam)

  1. PERMASALAHAN
  2. SDM (Sumber Daya Manusia)
  • 35 % masyarakat masih miskin : 4.679 KK dari 13.181 KK;
  • Pendapatan per kapita relatif rendah;
  • 68 % tingkat pendidikan rendah;
  • 75 % kepemilikan lahan sempit (< 0,3 ha).

3. SDA (Sumber Daya Alam)

  • Alam gersang dan tandus;
  • Sumber air tanah sangat minim;
  • Curah hujan sedikit;
  • Jumlah rata-rata BK dalam 1 tahun 10 tahun terakhir 5-7 Bulan;
  • Rata-rata BB dalam 1 tahun, 10 tahun terakhir 5 bulan;
  • Lahan pertanian kurang produktif.

Permasalahan utama yang menyebabkan penduduk Kismantoro yang sebagian besar petani Miskin adalah kurangnya air untuk mendukung kegiatan pertanian.

  1. POTENSI SDM
  2. Pendudukpenduduk

3. Mata pencaharianmatapencaharian

POTENSI ALAM

Luas Lahanpotensi alam

TOPOGRAFI

Topografi Kecamatan Kismantoro terbagi dalam dua kategori berdasarkan tinggi wilayah pada masing – masing desa, yaitu ;

  1. Kategori Datar – Bergelombang – Berbukit

Terletak pada ketinggian 250 s/d. 500 meter diatas permukaan air laut (mpdl) yang meliputi Desa Lemahbang, Desa Gedawung, Kelurahan Kismantoro, Kelurahan Gesing, Desa Gambiranom, Desa Miri, Desa Plosorejo dan Desa Pucung.

  1. Kategori Berbukit – Pegunungan

Terletak pada ketinggian 500 s/d. 850 meter diatas permukaan air laut (mpdl) yang meliputi Desa Ngroto dan Desa Bugelan serta sebagian wilayah Desa Pucung dan Desa Plosorejo.

Kecamatan Kismantoro memiliki temperatur udara rata-rata antara 230 C – 310 C. Curah hujan tertinggi muncul antara bulan Desember – Maret, berkisar antara 60,75 mm per bulan, sehingga pada bulan – bulan tersebut perlu diwaspadai desa – desa yang berada di daerah perbukitan karena rawan terjadi tanah longsor, desa – desa tersebut yaitu Desa Pucung, Desa Ngroto, Desa Bugelan, Desa Lemahbang dan Desa Plosorejo, waktu musim kemarau 5 desa tersebut juga harus extra hati-hati karena juga rawan terhadap bencana kebakaran.

Dibalik alam yang gersang, identik dengan kemiskinan, ada potensi untuk memakmurkan Kismantoro yaitu dengan memanfaatkan dan membangun potensi alam : Menghijaukan kembali Tanah Bagian Atas dan Membangun Infrastruktur Pengairan Mulai Bagian Atas sampai di Bawah

Gambar Desain Genangan Waduk Muncar

peta

SOLUSI

  • Menghijaukan kembali daerah bagian atas
  • Reboisasi hutan;
  • Penataan terasiring;
  • Pengelolaan jenis tanaman
  • Pembangunan waduk & sarana irigasi
  • Pemanfaatan daerah cekungan untuk waduk di desa Ngroto;
  • Pemanfaatan daerah tangkapan di desa Ngroto & Bugelan untuk sumber pengairan waduk.

FUNGSI WADUK

  • Untuk pengairan sawah di bagian bawah > 500 ha (3 kali tanam);
  • Pencetakan sawah baru > 400 ha;
  • Penghasil ikan (Budidaya dan perairan umum);
  • Pengembangan pariwisata (air, panorama alam);
  • Pembuatan camping ground;
  • Tempat peristirahatan (hotel, vila, cotage dll);
  • Penciptaan lapangan kerja pendukung sektor pariwisata (transportasi, rumah makan, makanan olahan khas daerah, souvenir);
  • Pengembangan komoditas unggulan pendukung pariwisata (buah & sayuran).

HARAPAN

  • Kismantoro menjadi salah satu lumbung beras baru Wonogiri bagian timur;
  • Kehidupan petani dari kegiatan sektor pertanian lebih bergairah;
  • Pembangunan pertanian dengan segala sub sektornya dapat lebih beragam;
  • Banyak tercipta lapangan pekerjaan baru baik pertanian maupun non pertanian;
  • Pendapatan petani meningkat;
  • Masyarakat kismantoro lebih sejahtera.

Oleh : KUKUH SUBEKTI, S.P., M.M.A., Koordinator Dinas PTPH Kec. Kismantoro

Dapatkan Informasi terbaru kami melalui E-mail anda (Gratis)

Print Friendly, PDF & Email

Komentar dengan Facebook anda, untuk Kismantoro kita..