Mbah Satiran, Ahli Ortopedi dari Pacitan

0
1197

kismantoro.or.id. ~ Ditengah-tengah tekhnologi yang semakin canggih dan rumah sakit yang semakin banyak dengan fasilitas dan alat-alat yang modern namun pengobatan tradisional masih ramai diminati masyarakat, khususnya golongan menengah kebawah terutama yang mengalami kecelakaan seperti patah tulang.

Pada Sabtu (06/08) secara eksklusif tim kismantoro.or.id. mengikuti pasien asal Desa Gedawung, Kecamatan Kismantoro yang bernama Sidi (70) yang mengalami kecelakaan terpeleset ketika memanggul kayu dan menurut perkiraan salah satu rumah sakit terdekat, Sidi mengalami retak bagian tulang iga, meskipun belum dilihat dengan rontgen karena memang belum memiliki peralatan tersebut, akhirnya pihak RS menyarankan agar dibawa ke RS yang lebih besar untuk melakukan bedah namun dari pihak keluarga memilih untuk dibawa ke pengobatan alternatif/tradisional yang biasa dikenal sebagai “sangkal putung, yaitu di Desa Bangun Sari, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur (masih masuk wilayah Pacitan Kota).

Adalah mbah Satiran, kakek yang berusia sekitar 70an tahun ini sangat mahir mengobati pasien penderita patah tulang, menurut pengakuannya, praktek pengobatan tradisional penderita patah tulang ini sudah ia tekuni selama puluhan tahun dan berlokasi di dekat Perumahan Bangun Sari, samping SD Bangun Sari Pacitan Kota.

Saat kami menanyakan keadaan pasien yang bernama Sidi, sang dukun ini mengatakan bahwa salah satu tulang iganya ada yang patah. Disela-sela perbincangan, mbah Satiran mengaku bahwa ia asli kelahiran dari Dadagan, Kecamatan Purwantoro namun telah lama pindah domisili ke Pacitan untuk mengikuti istrinya.

Saat ini mbah Satiran tinggal seorang diri karena ditinggal mati oleh istrinya dan ia juga mengaku kalau selama ini sering dimintai tolong RS setempat di Pacitan untuk membantu mengobati pasien yang mengalami patah tulang. Kami pun menyaksikan secara langsung praktek pengobatan ini, yaitu dengan cara diurut dan dijampi-jampi hanya sekitar 30 menit saja dan Sidi sudah diperbolehkan pulang namun mbah Satiran berpesan jika seminggu kemudian supaya dibawa kembali lagi untuk dilakukan pengobatan lanjutan agar dalam penyembuhannya ini dapat dikerjakan dengan semaksimal mungkin.

Laporan : Reymond Supriyanto (jurnalis kismantoro.or.id)

Dapatkan Informasi terbaru kami melalui E-mail anda (Gratis)

Print Friendly, PDF & Email

Komentar dengan Facebook anda, untuk Kismantoro kita..