Lencana Emas Buat Wonogiri

0
936
foto dok. humas wonogiri

kismantoro.or.id. ~ Setelah sebelumnya mendapatkan anugerah berupa Penghargaan Adipura Buana 2016 karena Kabupaten Wonogiri dinilai menjadi daerah yang layak huni, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri kembali mendapatkan penghargaan karena dinilai menjadi pemerintahan yang pro investasi.

Atas penilaian itu, Bupati Wonogiri, Joko Sutopo atau lebih dikenal dengan sebutan Mas Jekek, menerima penghargaan lencana emas dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, pada Senin (15/8/2016) di Semarang.

Menurut Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan (BPMPP) Kabupaten Wonogiri, Eko Subagyo, penghargaan tersebut merupakan apresiasi dari Gubernur Jawa Tengah kepada kabupaten/kota yang telah mampu menyelenggarakan pembangunan bidang investasi.

Lebih lanjut lagi dia menyampaikan, “Terutama mengoptimalkan pelayanan kepada para investor, menciptakan regulasi yang memiliki kepastian hukum. Bukan hanya kecepatan pelayanan tapi termasuk kualitas pelayanan yang sopan dan ramah,” katanya, Senin kemarin.

Untuk penghargaan lencana emas itu sendiri, dari 35 kabupaten/kota se Jawa Tengah, hanya ada dua daerah yang mendapatkan lencana emas tersebut, yaitu Kabupaten Wonogiri dan Kota Semarang. Kabupaten Semarang dan Kabupaten Boyolali mendapatkan lencana perak. Sedangkan lencana perunggu diterima oleh Kota Tegal.

Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan (BPMPP) Kabupaten Wonogiri, Eko Subagyo kembali menambahkan, selain penghargaan tersebut, Pemkab Wonogiri sejak 2015 lalu berhasil meraih peringkat pertama tingkat nasional untuk Penyelenggara Terpadu Satu Pintu (PTSP) dalam hal perizinan-perizinan secara elektronik.

Kemudian pada Mei 2016 lalu, Wonogiri juga meraih peringkat ketujuh dalam ajang Investment Award PTSP Kabupaten Terbaik Nasional.

Masih menurut Eko Subagyo, capaian-capaian tersebut tidak lepas dari upaya Pemkab Wonogiri yang telah menginisiasi kebijakan ramah investasi secara berkelanjutan dan berkesinambungan. Dia mengatakan kebijakan pro investasi yang dibangun di Kabupaten Wonogiri sudah cukup sukses.

Salah satu yang menjadi indikator suksesnya investasi di Wonogiri adalah meningkatnya nilai realisasi investasi dari 211 milyar pada 2011 meningkat menjadi 7,7 trilyun pada 2015. Selain itu juga meningkatnya rasio daya serap tenaga kerja di tahun 2011 yaitu 2 dan di tahun 2015 menjadi 15.

“Artinya satu usaha di tahun 2015 dapat menyerap 15 tenaga kerja. Dengan demikian terdapat korelasi positif antara peningkatan investasi dengan penyerapan tenaga kerja,” kata dia.

Permintaan tenaga kerja di Wonogiri terus meningkat. Hal itu salah satunya dipengaruhi oleh berdirinya beberapa perusahaan besar di Wonogiri, di antaranya PT. Nesia Pan Pacific Cloting, PT. Top And Top Apparel, PT. Liebra Permana, PT. Nagabhuana Aneka Piranti, PT. Arena Agro Andalan dan sebagainya.

Menurut Eko, pemerintah daerah selalu mendorong perusahaan untuk dapat memanfaatkan segala bentuk insentif dan kemudahan penanaman modal. Baik yang bersumber dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. “Namun setelah itu, perusahaan juga harus melaksanakan segala bentuk kewajiban sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata dia.

Sebelumnya Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, mengatakan pihaknya terbuka terhadap investasi. Namun dia berharap, investasi yang ada adalah investasi yang disiplin. “Kami tidak menutup diri terhadap investasi. Asalkan investasi yang tumbuh harus sesuai dengan aturan dan ketentuan yang ada,” katanya belum lama ini. **GW

(Sumber : solopos.com)

Dapatkan Informasi terbaru kami melalui E-mail anda (Gratis)

Print Friendly, PDF & Email

Komentar dengan Facebook anda, untuk Kismantoro kita..