Kismantoro Panen Kunyit, Harga Kunyit “selangit”

0
5979
kunyit yang dirajang/diiris

kismantoro.or.id. ~ Kunyit (curcuma) adalah termasuk salah satu tanaman rempah-rempah dan bahan obat asli dari Asia Tenggara. Tanaman yang dikenal untuk bumbu atau ramuan obat alami ini sudah lama dibudidayakan dikalangan masyarakat. Tanaman yang mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi ini mudah untuk ditanam pada segala jenis tanah dan musim.

Memasuki musim kemarau adalah waktu yang tepat untuk memanen kunyit karena sangat tergantung oleh terik matahati saat penjemuran. Sebelum siap dijual bahan jamu ini memerlukan proses yang cukup panjang. Mulai pemanenan dari dalam tanah selanjutnya penyortiran (disisihkan antara yang kecil dengan yang besar) guna untuk mempermudah saat dirajang/diiris tipis-tipis.

Begitu pula dengan harga juga beda, lebih mahal yang berukuran lebih besar. Setelah dipisah antara yang kecil dengan yang besar kemudian diiris/dirajang tipis-tipis guna untuk mempercepat pengeringan saat penjemuran.

Perajangan ini adalah proses yang sangat memerlukan tenaga dan waktu yang lumayan lama karena masih menggunakan alat tradisional (manual), yaitu diiris menggunakan pisau dapur satu-persatu. Tahap terakhir penjemuran.untuk mendapatkn hasil yang sangat kering biasanya memerlukan waktu 3 hari.

Nani warga Dusun Manglu, Desa Gedawung, Kecamatan Kismantoro adalah salah satu pengepul kunyit dari petani setempat dan dijual kembali ke Jawa Timur. Memang harga kunyit dari tahun lalu cenderung stabil yaitu kisaran Rp. 2.000,-/kg untuk kunyit basah, sedangkan untuk harga kunyit kering bisa mencapai Rp. 15.000,-/kg,” katanya.

Dan biasanya untuk 6 kg kunyit basah, setelah dikeringkan menjadi 1kg,” imbuhnya. Untuk mempercepat proses pengirisan ibu ini mengharapkan bantuan alat/mesin rajangan,” jelasnya saat kami wawancarai dengan penuh harapan.

Laporan : Reymond Supriyanto ~ jurnalis kismantoro.or.id.

Dapatkan Informasi terbaru kami melalui E-mail anda (Gratis)

Print Friendly, PDF & Email

Komentar dengan Facebook anda, untuk Kismantoro kita..