Kebijakan Pertanian di Kecamatan Kismantoro

1
1459

kismantoro.or.id ~ Pembangunan Pertanian adalah suatu proses yang ditujukan untuk selalu menambah produksi pertanian tiap-tiap konsumen yang sekaligus mempertinggi pendapatan dan produktivitas usaha tiap-tiap petani dengan jalan menambah modal dan skill untuk memperbesar turut campur tangannya manusia di dalam perkembangan tumbuh-tumbuhan dan hewan. Bahwa pembangunan pertanian adalah suatu bagian integral dari pembangunan dan masyarakat secara umum.

Secara luas pembangunan pertanian bukan hanya proses atau kegiatan menambah produksi pertanian melainkan sebuah proses yang menghasilkan perubahan sosial baik nilai, norma, perilaku, lembaga, sosial dan sebagainya demi mencapai pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat yang lebih baik. Pertanian merupakan sektor utama penghasil bahan-bahan makanan dan bahan-bahan industri yang dapat diolah menjadi bahan sandang, pangan dan papan yang dapat dikonsumsi maupun diperdagangkan, maka dari itu pembangunan pertanian merupakan bagian dari pembangunan ekonomi.

Usaha pokok pembangunan pertanian secara terus menerus ditingkatkan melalui kegiatan intensifikasi, ekstensifikasi dan rehabilitasi. Intensifikasi adalah upaya peningkatan produktivitas sumber daya alam seperti peningkatan penggunaan lahan kering, perairan dan area pasang surut serta pemanfaatan sarana produksi, pestisida, pupuk, air dan lain-lain.

Ekstensifikasi adalah usaha untuk memperluas sumber daya alam seperti memperluas area panen baik tanaman pangan atau tanaman perkebunan, perluasan area tangkapan ikan, perluasan penanaman rumput untuk pakan ternak, serta memperluas sumber daya lainya. Diversifikasi dilakukan sebagai upaya menciptakan keanekaragaman dalam melakukan usaha tani baik secara vertikal mulai kegiatan produksi hingga pemasaran, maupun horizontal yakni merupakan penyeimbangan antara komoditi dan wilayah.

Diversifikasi juga dapat diterapkan dalam pemilihan lokasi pembangunan pertanian sehingga terjadi keseimbangan antara provinsi maju dan provinsi kurang maju. Rehabilitasi dilakukan untuk memulihkan atau mengembalikan kemampuan daya produktivitas sumber daya pertanian yang rusak atau kritis serta membahayakan kondisi lingkungan. Serta memulihkan kemampuan produktifitas usaha tani di daerah rawan, hal ini dilakukan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.Program Pembangunan Pertanian Balai Penyuluhan (BP) Kecamatan Kismantoro

Visi      :  Meningkatkan Kesejahteraan Petani Melalui Kegiatan Agribisnis

Misi     :

  • Memberdayakan petani dengan  peningkatan SDM petani
  • Mewujudkan kemapanan dalam pengelolaan lahan
  • Trampil dalam berbudidaya usaha tani
  • Petani trampil mengolah hasil pertanian
  • Menciptakan Peluang Pasar

1.       Peningkatan Kesuburan Tanah

Tanah secara umum dapat diartikan sebagai lapisan kulit bumi terluar yang tersusun dari bahan mineral dan bahan organik serta proses pembentukannya dipengaruhi oleh bahan induk, iklim, bentuk wilayah, mikroorganisme dan proses terjadinya memerlukan waktu yang lama. Adapun pengertian tanah dipandang dari bidang pertanian adalah lapisan kulit bumi terluar yang berperan sebagai media tempat tumbuhnya tanaman. Kesuburan tanah meliputi tiga aspek, yaitu : kesuburan fisik, kesuburan kimia dan kesuburan biologis. Ketiga aspek ini saling berkaitan erat dalam menentukan tingkat kesuburan tanah. Kesuburan tanah adalah suatu keadaan tanah dimana tata air, tata udara dan unsur hara dalam keadaan cukup, seimbang serta tersedia sesuai dengan tuntutan kebutuhan tanaman untuk dapat tumbuh secara optimal.

Untuk memulihkan kesuburan tanah, Balai Penyuluhan merekomendasikan :

  • Penggunaan kompos hasil buatan sendiri;
  • Menghilangkan kebiasaan penggunaan abu dapur untuk usaha tani;
  • Penggunaan kapur pertanian, pupuk organik dan pupuk hayati pada lahan sawah;
  • Melarang penggunaan pupuk Za pada lahan padi sawah yang tidak pernah kering.

2.       Peningkatan Produksi Tananaman Pangan

a.       Padi

1.   Teknologi penerapan PTT dengan sistem tanam jejer legowo 2:1;

2.   Jarak tanam 25*12,5-50 cm 28*14-56 cm atau 30*15-60 cm.

Jejer Legowo 2:1

Jejer Legowo 3:1

Jejer Legowo 4:1

b.       Jagung

1.   Penerapan PTT,  sistem jejer legowo 40*20*100 cm;

2.   Jarak tanam 70*20 cm (tongkol tunggal);

3.   Jarak tanam 80*20 cm (tongkol ganda);

4.   Dengan cara tanam dua taju.

c.       Kedelai

1.   Penerapan PTT dengan jarak tanam 40*10 cm;

2.   Dengan cara tanam dua taju;

Perbandingan tanam kedelai dengan jarak 20*20 dan 40*10

d.       Kacang tanah

1.   Penerapan PTT dengan jarak tanam 40*15 cm;

2.   Dengan cara tanam dua taju.

e.       Ubi kayu

1.   Monokultur 100*75 cm;

2.   Tumpangsari min 400* 75 cm

3.       Tanaman Hortikultura

Belum ada komoditas unggulan horti selain mangga dan empon-empon padahal mempunyai potensi tanaman horti tahunan (durian, jeruk besar, alpukat) maupun horti semusim (cabe, terong, pare, kacang panjang dll).

C a b e :

Menggunakan teknologi budidaya cabe secara sehat yang merupakan hasil kajian BP Kismantoro.

(*sumber : Balai Penyuluhan (BP) Kismantoro)

Dapatkan Informasi terbaru kami melalui E-mail anda (Gratis)

Print Friendly, PDF & Email

Komentar dengan Facebook anda, untuk Kismantoro kita..