Camat Kismantoro Mengunjungi Keluarga Kecelakaan Maut Selogiri

0
1421

kismantoro.or.id. ~ Camat Kismantoro, Djoko Purwidyatmo, S.Sos., M.M. mengunjungi keluarga korban kecelakaan maut Selogiri ke rumahnya di Dusun Setren dengan didampingi oleh Kepala Desa Lemahbang dan para Relawan Peduli Kismantoro.

Seusai acara pasar murah di Kelurahan Gesing, Camat bersama Tim Relawan Peduli Kismantoro langsung meluncur ke rumah duka setelah sebelumnya melaksanakan ibadah sholat dzuhur. Kurang lebih lima belas menit perjalanan mobil menuju rumah duka, Camat bersama rombongan sampai ditempat yang dituju, rumah pertama yang dikunjungi adalah keluarga korban atas nama Poniran (68).

Saat tim masuk kedalam rumah nampak isteri dan anak-anak korban serta beberapa kerabat, dari wajah mereka masih nampak kesedihan dan rasa duka yang mendalam atas meninggalnya Poniran karena tabrakan maut Selogiri.

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa telah terjadi kecelakaan maut antara sepeda motor suzuki tornado AD-5506-RF yang dikendarai oleh Parno berboncengan dengan Poniran, keduanya warga RT. 04 RW. 07 Dusun Setren, Desa Lemahbang, bertabrakan dengan bus Gunung Mulia AD-1421-DR.

Keduanya sempat dilarikan ke RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso untuk mendapatkan pertolongan dari tim medis, namun karena mengalami luka parah dibagian kepala, keduanya tidak dapat diselamatkan hingga akhirnya meninggal di RSUD.

Rumah kedua yang dikunjungi adalah kediaman keluarga korban atas nama Parno (46) yang juga ikut menjadi korban kecelakaan maut di Selogiri, nampak ibu korban dan anak-anaknya menanggung kesedihan yang sangat mendalam karena Parno merupakan tulang punggung keluarga yang hidup tanpa isteri setelah bercerai dan belum menikah lagi. Kedua anak Parno masing-masing merantau di Kota Tegal dan Palembang, sehingga sehari-hari Parno mendiami rumah bersama ibunya yang sudah renta.

Salah satu kerabat almarhun Parno mengatakan bahwa Parno sudah cerai dengan isterinya beberapa tahun silam, mantan istrinya kini sudah kawin lagi dengan laki-laki asal Kecamatan Purwantoro dan kedua anaknya baru pulang dari perantauan tadi pagi setelah diberi kabar jika ayah mereka sudah meninggal.” terang kerabatnya itu.

Kepala Desa Lemahbang, Sugito Najib membenarkan keterangan dari kerabatnya tersebut, sebenarnya almarhum Parno sudah bercerai dengan isterinya sehingga almarhum Parno dirumah hanya bersama ibunya yang sudah tua, tak heran jika ibunya saat ini sangat syok dengan kepergian Parno, apalagi cucu-cucunya yang sudah bekerja di Tegal dan Palembang.” kata Sugito Najib memberi penjelasan.

Dalam pertemuan tersebut, Camat Kismantoro, Djoko Purwidyatmo, S.Sos., M.M. selain menyampaikan bela sungkawa atas kepergian almarhum juga berkenan memberikan dorongan mental untuk menguatkan hati keluarga para korban, bahwa semua yang terjadi merupakan takdir dan kehendak dari Tuhan Yang Maha Kuasa, bagaimanapun harus dikhlaskan dan melapangkan hati, tugas keluarga selanjutnya adalah mendo’akan almarhum agar diampuni segala kesalahan semasa hidupnya dan keluarga yang ditinggalkan harus melanjutkan kehidupan bersama kerabat serta tetangga dalam kehidupan bermasyarakat di Dusun Setren, Desa Lemahbang.” kata Camat Kismantoro memberi motivasi. *GW

Dapatkan Informasi terbaru kami melalui E-mail anda (Gratis)

Print Friendly, PDF & Email

Komentar dengan Facebook anda, untuk Kismantoro kita..