Bupati Wonogiri, Sosialisasikan Pendidikan Gratis di Kismantoro

0
637
Mas Jekek (bupati wonogiri) sedang berdialog dengan para orangtua siswa/foto : Agus S ©kismantoro.or.id

Miri-Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, atau sering disapa Mas Jekek, memberi perhatian luar biasa bagi anak putus sekolah SD dan SMP. Salah satu wujud perhatiannya, yakni secara pribadi hadir untuk bertemu langsung dengan para orang tua dan anak-anak yang putus sekolah, pada Rabu 18/9/2018 di Balai Desa Miri Kecamatan Kismantoro.

Masalah pendidikan dasar menjadi prioritas perhatian Bupati Wonogiri, terlebih masuk dalam salah satu Panca Program, yang berbunyi “pinter rakyate”. Joko Sutopo menjelaskan bahwa pendidikan dasar anak sangatlah penting, masyarakat miskin harus bisa menyekolahkan putra-putrinya agar kemiskinan tidak semakin parah.

“Salah satu faktor penyebab kemiskinan semakin bertambah adalah karena tingkat pendidikan yang rendah. Maka Pemerintah Kabupaten Wonogiri hadir memberikan jaminan pendidikan dasar gratis SD sampai dengan SMP, sehingga orang tua siswa tidak perlu membayar iuran membangun gedung, membangun pagar, membayar SPP dan lainnya, semuanya gratis ditanggung Pemerintah Kabupaten”, papar Mas Jekek.

“Pendidikan sangatlah penting, apabila masalahnya biaya maka pemerintah akan bertanggung jawab mencarikan solusi. Sekarang ini jamannya sudah ketat persaingan, orang tua harus turut peduli terhadap pendidikan anak-anaknya, orang tua harus bisa memberikan bekal pendidikan kepada anak-anaknya”, jelasnya lagi.

Dari kiri : Kapolsek Kismantoro, Camat Kismantoro, Bupati Wonogiri, Dangi Darmanto (anggota dprd wonogiri), Koramil Kismantoro/foto : Agus S ©kismantoro.or.id

Hal tersebut diungkapkan Mas Jekek dalam penjelasannya dihadapan orang tua dan anak-anak putus sekolah pada acara Sosialisasi Pendidikan Gratis di Pendopo Balai Desa Miri (Rabu, 18/09/2018).

Sementara itu, Camat Kismantoro, Djoko Purwidyatmo, S.Sos., M.M., mengungkapkan, berawal adanya laporan jumlah lulusan SD/MI pada akhir tahun ajaran baru 2017/2018 kemarin berjumlah 501 siswa, yang melanjutkan ke SMP berjumlah 380 siswa, sedangkan 121 siswa lainnya tidak melanjutkan.

“Namun setelah dilakukan koordinasi yang intens dan penyisiran bersama Kepala Desa/Lurah, Kepala Sekolah SD/MI/SMP, Petugas PKH dan TKSK, dari jumlah 121 siswa yang tidak melanjutkan, hanya tinggal 34 siswa, dan 5 (lima) diantaranya adalah warga Kecamatan Jatiroto yang bersekolah di SDN 3 Bugelan, perbatasan wilayah Kismantoro dan Jatiroto”, jelas Camat Kismantoro.

“Menjadi tugas kita bersama untuk turut peduli dengan Kismantoro, kalau anak-anak tidak mau bersekolah maka kapan kemiskinan akan terselesaikan”, pungkasnya.

Sebelum mengakhiri dialog dengan para orang tua dan anak-anak putus sekolah, bupati menyampaikan bahwa rencananya akan memberikan bantuan perlengkapan sekolah untuk anak-anak yang akan mendaftarkan ke SMP sebanyak 29 siswa agar bisa meringankan beban orang tua.

“Seluruh warga masyarakat harus memberikan kepedulian dan kerjasama dengan baik agar permasalahan pendidikan bisa segera teratasi. Karena Pemerintah Kabupaten Wonogiri sudah berusaha membantu mengupayakannya dengan Program Pendidikan Gratis, tanpa ada kerjasama dari warga masyarakat, pemerintah tidak bisa sendirian mengatasi masalah ini”, tutup bupati. Sesarengan Mbangun Wonogiri. (agus)

Dapatkan Informasi terbaru kami melalui E-mail anda (Gratis)

Print Friendly, PDF & Email

Komentar dengan Facebook anda, untuk Kismantoro kita..