7 Rumah Warga Bugelan Terancam Longsor

0
854
Rumah yang terancam longsor/foto : purwanti/©kismantoro.or.id

kismantoro.or.id~BUGELAN-Setidaknya ada 7 rumah warga Dukuh Biting, Dusun Waru, Desa Bugelan terancam longsor. Pasalnya beberapa lokasi tanah di sekitar pekarangan rumah warga sebagian amblas tergerus hujan deras yang mengguyur wilayah Kismantoro dan sekitarnya sejak Jumat lalu (02/12). Hujan yang terjadi secara terus menerus selama dua hari dua malam tersebut mengakibatkan beberapa lokasi rumah milik warga Biting tergerus air dan longsor.

Rumah yang terancam longsor/foto : purwanti/©kismantoro.or.id
Rumah yang terancam longsor/foto : purwanti/©kismantoro.or.id

Rumah milik mbah Siem (60) bagian samping rumah mengalami longsor sejak Sabtu (03/12) siang. Longsoran tanah hanya tinggal beberapa centimenter mengenai dinding rumah yang terbuat dari calsiboard. Warga lansia yang juga janda tua ini hanya tinggal dengan dua orang anaknya. Beberapa hari sebelumnya mbah Siem telah mendapatkan bantuan bedah rumah melalui pemerintah Desa Bugelan, karena tinggal di rumah tidak layak huni. Kemudian pengurus RT setempat bersama warga memperbaiki rumah mbah Siem dengan mengganti dinding yang sebelumnya terbuat dari bambu diganti dengan calsiboard.

Rumah yang terancam longsor/foto : purwanti/©kismantoro.or.id
Rumah yang terancam longsor/foto : purwanti/©kismantoro.or.id

Namun naas, baru saja mendapatkan bantuan bedah rumah, kini mbah Siem masih harus merasakan cemas karena rumahnya yang terancam terbawa longsoran tanah. Mbah Siem mengaku kepada kismantoro.or.id, bahwa setiap malam dirinya tidak bisa tikur nyenyak,  karena khawatir rumahnya akan terbawa longsor, setiap kali hujan deras melanda. “Nek dalu kulo sedalu muput ngantos mboten wantun tilem bu. Kulo ajreh sakestu,” kata mbah Siem.

Kejadian serupa juga dialami oleh Mbah Simun (70). Di rumahnya yang kecil, hanya berukuran 3×5 meter, mbah Simun harus berbagi tempat tinggal dengan 8 anggota keluarganya yang terdiri dari 4 keluarga inti. Mbah Simun masih mengurusi ibunya yang sudah lanjut usia, sementara dia juga harus tinggal serumah dengan dua anaknya dan dua menantu serta seorang cucu yang masih duduk di bangku SD, di dalam rumah petak yang terbuat dari anyaman bambu, berlantai tanah, tanpa kamar yang layak huni. Tinggal di areal rumah yang berada di tepi jurang dengan topografi tanah dengan kemiringan hampir 40%, dengan wilayah berupa tanah bebatuan padas, nyaris keluarga Mbah Simun hanya menggantungkan hidupnya dari bertanam ketela pohon dan jagung, dengan pola tadah hujan. “Niki malah sampun mboten nanem blas bu,  lawong jawah mawon niki,” ujarnya.

Rumah yang terancam longsor/foto : purwanti/©kismantoro.or.id
Rumah yang terancam longsor/foto : purwanti/©kismantoro.or.id

Peristiwa longsor ini juga mengancam setidaknya lima rumah warga lainnya di dukuh Biting. Sebenarnya warga telah mendapat perhatian pemerintah melalui bantuan bedah rumah dan bantuan warga miskin yang disalurkan melalui pemerintah Desa Bugelan. Namun warga sangat berharap dapat direlokasi ke wilayah yang layak huni, mengingat kondisi lahan di sekitar tempat tinggal mereka yang sangat mengkhawatirkan. (reporter: Purwanti, M.Pd.).

Dapatkan Informasi terbaru kami melalui E-mail anda (Gratis)

Print Friendly, PDF & Email

Komentar dengan Facebook anda, untuk Kismantoro kita..